Rabu, 18 Mei 2016

UJI HIPOTESIS

Apa itu Uji Hipotesis?
        Uji Hipotesis adalah cabang Ilmu Statistika Inferensial yang dipergunakan untuk menguji kebenaran suatu pernyataan secara statistik dan menarik kesimpulan apakah menerima atau menolak pernyataan tersebut. Asumsi sementara  yang dibuat untuk diuji kebenarannya tersebut dinamakan dengan Hipotesis. Tujuan dari Uji Hipotesis adalah untuk menetapkan suatu dasar sehingga dapat mengumpulkan bukti berupa data untuk menentukan keputusan apakah menolak atau menerima kebenaran dari asumsi yang telah dibuat, dan juga memberikan kepercayaan untuk pengambilan  keputusan  yang bersifat Objektif.
Langkah apa saja untuk melakukan uji hipotesis?
        Ada beberapa langkah atau prosedur yang harus dilakukan untuk melakukan uji hipotesis :
  1. Tentukan parameter yang akan diuji
  2. Tentukan hipotesis nol (H0)
  3. Tentukan hipotesis alternatif (H1)
  4. Tentukan (α)
  5. Pilih statistik yang tepat
  6. Tentukan daerah penolakan
  7. Hitung statistik uji
  8. Putuskan apakah hipotesis nol (H0) ditolak atau tidak (kesimpulan)
note :
Hipotesis nol (H0) : Sebuah hipotesis yang berlawanan dengan teori yang akan dibuktikan.
  • Pernyataan yang diasumsikan benar kecuali ada bukti yang kuat untuk membantahnya.
  • Selalu mengandung pernyataan “sama dengan”, “Tidak ada pengaruh”, “Tidak perbedaan”
  • Dilambangkan dengan H0
  • Contoh : H0 : μ1 = μ2 atau H0 : μ1 ≥ μ2
Hipotesis Alternatif (H1) : Sebuah hipotesis (kadang gabungan) yang berhubungan dengan teori yang akan dibuktikan.
  • Pernyataan yang dinyatakan benar jika Hipotesis Nol (H0) berhasil ditolak.
  • Dilambangkan dengan H1 atau HA
  • Contoh H1 : μ1 ≠  μ2 atau H1 : μ1 > μ2


Contoh Uji Hipotesis
        Pengambilan Keputusan dalam uji Hipotesis dihadapi dengan dua kemungkinan kesalahan yaitu :
Kesalahan Tipe I (Type I Error)
Kesalahan yang diperbuat apabila menolak Hipotesis yang pada hakikatnya adalah benar. Probabilitas Kesalahan Tipe I ini biasanya disebut dengan Alpha Risk (Resiko Alpha). Alpha Risk dilambangkan dengan simbol α.
Kesalahan Tipe II (Type II Error)
Kesalahan yang diperbuat apabila menerima Hipotesis yang pada hakikatnya adalah Salah. Probabilitas KesalahanTipe II ini biasanya disebut dengan Beta Risk (Resiko Beta). Beta Risk dilambangkan dengan simbol β

Contoh :
Seorang yang dituduh pencuri dihadapkan kepada seorang hakim. Seorang hakim akan menganggap orang tersebut tidak bersalah, sampai kesalahannya bisa dibuktikan. Seorang jaksa akan berusaha membuktikan kesalahan orang tersebut.
Dalam kasus ini, hipotesis nol (H0) adalah: “Orang tersebut tidak bersalah”, dan hipotesis alternatif (H1) adalah: “Orang tersebut bersalah”. Hipotesis alternatif (H1) inilah yang akan dibuktikan.
Ada dua kondisi yang mungkin terjadi terhadap orang tersebut:
  1. Orang tersebut tidak bersalah.
  2. Orang tersebut bersalah.
Dan ada dua keputusan yang bisa diambil hakim:
  1. Melepaskan orang tersebut.
  2. Memenjarakan orang tersebut.
HIPOTESIS NOL (H0) BENAR
(ORANG TERSEBUT TIDAK BERSALAH)
HIPOTESIS ALTERNATIF (H1) BENAR
(ORANG TERSEBUT BERSALAH)
Menerima hipotesis nol
(Orang tersebut dibebaskan)
Keputusan yang benarKeputusan yang salah
(Kesalahan Tipe II)
Menolak hipotesis nol
(Orang tersebut dipenjara)
Keputusan yang salah
(Kesalahan Tipe I)
Keputusan yang benar.
Dalam kasus ini, ada dua kemungkinan kesalahan yang dilakukan hakim:
  1. Memenjarakan orang yang benar (Kesalahan Tipe I)
  2. Melepaskan orang yang bersalah (Kesalahan Tipe II)


Sumber :
( http://teknikelektronika.com/pengertian-uji-hipotesis-jenis-jenisnya/ )
( https://id.wikipedia.org/wiki/Uji_hipotesis )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar